Sabtu, 19 April 2014

Love Has Come!!"Part 5

Braakkk..

Aku membanting pintu kamarku kasar, ku hampiri kasur tidur dan merebahkan badan.

Arrrggg... Sebelll.. Kenapa sih dia itu dengan entengnya mengatakan perihal itu. Tak tahu apa, bahwa aku telah memiliki seorang kekasih. Gerutuku dalam hati.

"Dasar! VALENTINO SANDRIANDA.. AKU MEMBENCIMU" Teriakku kesal.

Besok! Besok hari minggu, pasti Rega akan datang kerumah untuk mengajakku weekend bersamanya seharian full. Tapi besok, aku tidak bisa, aku harus membereskan barang-barangku yang akan aku bawa kerumah si brengsek Valent itu. Yaps, Bunda akan pergi ke Australia untuk mengurus perusahaannya disana bersama Ayah dan kak Aldo. Dan aku! Terpaksa dititipkan dirumah pemuda menyebalkan itu, padahal aku bisa tinggal disini sendiri. Tapi bunda tak menyetujuinya.. Arrrgghh.. Siaaalll!!.

Drrtt.. Drrtt.. Drtt..

Ponselku bergetar, segera saja aku !rogoh tas kecil yang aku bawa tadi, dan.. Aku mendapatkannya.

Aku menggeser screen ponselku yang menampilkan sebuah sms masuk. Dari Rega!

`Jangan lupa yah, besok! Telat? Push up, ok! ;-)`



begitulah kira-kira sms dari kekasihku. Aku tersenyum geli membaca pesan itu. Pasalnya, Rega memang setiap malam minggu mengirim pesan yang sama. Tapi, ketika aku tak tepat waktu, dia pasti berkata `Aku kekasihmu! Dan aku yang akan menggantikan hukuman itu` dan iapun push up untukku. Sangat lucu, Aku hanya bisa tersenyum geli melihat tingkahnya saat itu.

Akupun teringat kembali jadwal esok.. Dan memulai membalas pesan itu dengan malasnya, bukan malas karna Rega, tetapi karna balasan pesanku yang membuatku malas mengetiknya.

`Maaf, aku gak bisa ;-( . Besok, aku ada urusan keluarga. Nite sayang :-*`

begitulah isi balasannya.

Sheryl P.O.V end

-

Sheryl telah siap untuk berangkat, 2buah koper sedangpun ia seret dengan tangannya. Ia duduk dikursi tamu depan rumah, menunggu kedua orang tuanya keluar.

Beberapa menit kemudian Ayah dan Bunda Sheryl keluar dari rumah dengan membawa koper besar, menghampiri Sheryl.

"sudah siap?" Tanya Mayang menatap Sheryl yang asyik bermain Handphone yang dipegangnya, Sherylpun menoleh kearah sumber suara.

"Tidak! Ayolah Bund, Aku bisa tinggal disini. Aku bisa!" bujuk Sheryl memasukkan handphonenya kedalam saku jeansnya, berdiri.

"Bunda gak mau, kalau ada apa-apa sama kamu gimana? Bibikan mau pulang kampung besok. Jangan aneh Sheryl!" Tegas Mayang.

"Kan bisa dirumah kerabat kita, kenapa harus disana?" Ujar Sheryl kesal.

"Toh dia akan menjadi keluarga kita, dia calon suamimu Sher" Ucap Mayang yang sudah capek berdebat terus dengan putri satu-satunya itu sejak malam.

"Kamu akan kerasan tinggal disana, Ayah yakin!"

- - - - -

Sheryl menghentak-hentakkan kaki didalam kamar baru miliknya. Arrggh kenapa harus disini! Pikirnya.

Sheryl menghempaskan tubuhnya diatas kasur, menghela nafas dan menutup matanya (tidak tidur). Seseorang muncul dari balik pintu, menghampiri dan berdiri disamping Sheryl.

Sherylpun mengubah posisinya menjadi duduk, dan mereka kini berhadapan.

"Ada apa?" Tanya Sheryl dengan juteknya. Sheryl sudah malas jika harus berurusan dengan pemuda dihadapannya ini.

"Kamu selalu jutek kepadaku. Ada apa? Apa aku sangat menyebalkan?"Tanya Pemuda itu yang tak lain adalah Valent dengan muka polosnya. Sangat lucu ekspresi muka Valent saat ini, sampai Sheryl ingin dibuatnya tertawa, tapi ia tahan dan memasang kembali wajah juteknya.

"Ya, kau sangat menyebalkan!"

"Sher, aku tau ini sangat sulit. Tapi, cobalah untuk menerimaku."Ujar Valent "Untuk sesaat"Lirihnya yang nyaris tak terdengar.

"Kau pikir semudah itu?"

"Sudahlah, aku tidak ingin berdebat denganmu. Semoga kau kerasan disini, bersamaku" Ujar Valent dan berlalu pergi.

"arrggh.. Nyebelinnn! Pemuda aneh"Umpat Sheryl setelah Valent menghilang dibalik pintu.

- - - - -

Valent keluar dari kamar Sheryl dan menutupnya kembali.

"Aku yakin, kamu akan menerimaku." Lirihnya pergi dari depan pintu kamar itu.

"Kak.." Lirih seorang gadis yang keluar dari sebuah kamar yang tak jauh dari tempat Valent berdiri ( melewati ), Valentpun menoleh kearah gadis itu yang tak lain adalah adiknya, Arora.

"Ya, Ada apa?" Tanya Valent mengangkat sebelah alisnya dan memasukkan sebelah tangannya kesaku celana jeans yang ia kenakan.

"Dia sudah datang?"

Valent hanya mengangguk, meng-iyakan.

"Aku akan kembali sekolah, tak apakan kakak aku tinggal?"

"Tidak, toh ada dia bukan"

"Aku .. Jujur saja, Rora gak percaya sama dia"Ujar Arora sedikit gugup

"Kenapa? Kamu tau diakan? Dia baik!"

"Kak, dia pasti belum bisa nerima keputusan ini." Ujar Arora "Aku takut dia nyakitin hati kakak"Lanjutnya lirih.

Valent berjalan mendekati adiknya "Arora Sandrianda Jasmine. Kakak gak apa-apa kok, kan ada Seno juga disini. Jangan khawatirin kakak yah, kamu belajar aja disana. Oke!" Valent memegang kedua pundak adiknya.

"kakk." Ujarnya lirih.

"Gak apa-apa cantik.. Oke! I'm fine." Valent berusaha menenangkan adiknya.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: