Pintu kamar itu terbuka dari luar, tak lama kemudian menyembullah kepala Valent mendahului tubuhnya masuk kedalam.
"Dia belum bangun rupanya.." Gumamnya melangkah mendekati tempat tidur dan mendapati Sheryl yang masih terhanyut dalam mimpinya. Tiba-tiba Valent berjongkok mensejajarkan wajahnya dan wajah Sheryl yang tertidur dalam posisi miring memeluk boneka Bear kesayangannya, yang dibeli oleh Rega untuknya bulan lalu, saat mereka merayakan 6 bulan kebersamaan mereka menjalin kasih.
Valent menatap kelopak mata Sheryl yang mengatup seutuhnya, seolah enggan untuk terbuka lebih cepat.
Bibir Valent mengukir sebuah senyuman menatap gadisnya yang polos dan tampak tenang, tidak seperti biasanya saat bertemu Valent, dengan tidak sadar tentunya.
"Ehmm.." Gumam Sheryl terbangun, perlahan membuka kelopak matanya.
"Valentt..!"Pekiknya terkesiap mundur menjauhkan wajahnya yang beberapa senti dari wajah tampan Valent.
"Se.. Sedang apa kau disini?" Ujar Sheryl yang masih terkejut akan peristiwa yang baru saja ia alami . "Kau.. Kau mesum yah" Ujarnya gelagapan lalu menarik selimut menutupi tubuhnya yang terduduk gemetaran.
"Wait! Aku hanya ingin membangunkanmu" Ucap Valent membela diri. "Hanya saja, aku tak tega" Lanjutnya lalu berdiri.
"Hari ini, Arora akan kembali ke Surabaya. Jadi, cepat mandi dan berganti baju. Kaukan sekolah hari ini, aku tunggu diruang makan" Valent bergegas meninggalkan Sheryl yang masih bengong menatap punggung Valent yang lenyap dibalik pintu kamarnya.
"Bilang saja kau malu, tertangkap basah olehku!"Umpat Sheryl bangun dari tempat tidurnya bergegas masuk kedalam kamar mandi.
------
Sheryl menuruni anak tangga rumah Valent dengan seragam sekolah lengkap dan tas sekolah yang ia gendong, ia melihat Valent, Arora dan seorang pemuda yang seumuran dengan Valent, yang tidak ia kenali tentunya, tengah tertawa-tawa diruang makan dengan obrolan yang asik, sepertinya. Iapun menghampiri mereka dan duduk disebelah Arora dan berhadapan dengan Valent.
"Kak Sheryl sudah bangun yah, pasti kak Valent deh yang bangunin" Ujar Arora menatap Sheryl dengan senyumnya yang manis.
"Dia itu mesum pagi-pagi kekamarku" Ujar Sheryl sedikit kesal.
"Kak Valent! Belum sah!" Arora melotot kearah Valent yang sedang mengoleskan selai coklat dan kacang pada roti ditangannya hanya menggeleng cepat.
"Tidak! Kakak tidak berbuat mesum.. Kakak hanya berniat membangukannya saja" Valent menutup roti yang telai ia oles tadi dengan roti lagi lalu memberikannya pada Sheryl. "Makan yah" Ujar Valent lembut.
Sheryl menerimanya dengan gugup sekaligus bengong. Bagaimana lelaki itu tau kalau ia selalu sarapan dengan roti isi kacang cokelat, bahkan itu kebiasaannya.
"Kenapa kau berikan ini kepadaku?" Tanya Sheryl yang masih memegang roti pemberian itu.
"Itu menu sarapan favoritmu bukan?" Ujar Valent santai sambil memasukkan roti isi keju kedalam mulut dan mengunyahnya.
"Valent tau semua tentang dirimu Sheryl. Jangan merasa heran" kali ini pemuda yang tak ia kenali itu angkat bicara.
"Dia kak Seno, sahabat kak Valent. Dia tinggal disini juga" Ujar Arora seolah mengetahui pertanyaan yang singgah dikepala Sheryl.
"Emm.." Sheryl hanya bergumam.
"tepat jam 6 aku harus berangkat sekarang kalau tidak, aku pasti terlambat naik kereta" Ujar Arora saat melirik sebuah jam tangan mungil melingkari tangan kirinya dan menarik tali tas punggungnya.
"Kebiasaan! Kakakkan sudah bilang naik pesawat saja atau bawa mobil kakak. Jangan membuatmu harus buru-buru seperti ini, Kereta tidak aman Arora" Ujar Valent tampak kesal dengan kelakuan adiknya yang begitu menyukai berpergian dengan kereta api yang tidak aman itu.
"Aku sangan menyukainya Kak Valent! Kakak tau itu"Ujar Arora.
"Lebih baik kakak saja yang mengantarmu pulang"Valent bersiap berdiri.
"Arora yang dikatakan kakakmu itu benar, aku saja pernah kecopetan beberapa kali distasiun" Ujar Sheryl yang tanpa sadar membela Valent yang menatapnya penuh heran.
"Kak Sheryl jangan belain kak Valent dong" Ujar Arora cemberut, padahal menutup senyum gelinya.
Semburat merah berhasil tergores dipipi chuby Sheryl. Ia tak bermaksud seperti itu!
"Lampu hijau"Seno berdehem tersenyum kearah Valent yang tersipu.
"Sudahlah, Ayo Seno kita pergi. Pipinya akan meledak sebentar lagi"Goda Valent yang beranjak pergi diikuti Seno.
"Kak Sher, ciee.."Goda Arora saat Valent dan Seno sudah pergi.
"Ikh Rora apa sih, udah ah.. Aku mau berangkat" Bergegas Sheryl meninggalkan Arora yang tampak cekikikan menatapnya.
------
Seperti biasa, Sheryl dan Rega menghabiskan waktu bersama saat bubaran sekolah ditaman belakang yang seperti bukit itu.
Rega melingkarkan tangannya yang sedikit berotot tetapi tampak pas dengan postur tubuhnya dipinggang Sheryl yang berdiri membelakanginya, mereka ingin melihat begitu indahnya senja saat mereka bersama, menikmati semilir angin yang menerpa tubuh mereka seperti membelainya dengan lembut.
Tetapi, pikiran Sheryl berkecamuk saat ini. Bahkan seperti tidak menganggap Rega sedang bersamanya. Ia memikirkan peristiwa diruang makan Valent, mengapa ia bisa tersipu seperti itu? Memalukan!
"Sher, kamu kenapa?" Rega membuyarkan lamunan Sheryl yang langsung gelagapan.
"Aku.. aku tidak apa-apa''Gugupnya
Rega menangkat bahunya acuh, dam memandang kembali kearah langit yang tampak mulai menggelap.
''Kita pulang sekarang!''Rega melepaskan pelukannya dipinggang Sheryl lalu mengambil tas sekolahnya dan Sheryl, memakaikan tas punggungnya dan memberikan tas satunya kepada Sheryl. Regapun menarik tangan Sheryl menggandengnya erat, seakan tak boleh siapapun merebutnya. Sheryl dibuatnya terpana, ia bingung jika nanti Rega mengetahui perjodohannya dengan lelaki mesum itu. apakah Rega akan menerimanya?
Butuh saran yahh!!! maaf klau jelek, banyak typo, ataupun kaa-kata yang kurang tepat.
Facebook : Dewi Delova Suryani
Twitter : @Dewi_Suryani26
Email : dewisuryani.real@gmail.com
yang mau ngobrol bareng aku, lewat acc aku yang diatas aja yahh..


Valent dan Seno

