Sabtu, 19 April 2014

Love Has Come!! part 3


Setelah bersenda gurau dengan kedua orang tuanya. Sheryl memutuskan untuk kembali ke kamar.

Ia berjalan gontai menghampiri ranjang istirahatnya, kepalanya terasa pening manakala ucapan sang Ayah kembali terngiang ditelinganya.





Sheryl mengambil sesuatu dimeja dekat ranjangnya, tepatnya sebuah bingkai foto. Sheryl merebahkan tubuhnya sambil memandang bingkai foto yang berhasil mengukirkan sebuah senyuman dibibir mungilnya. Seorang gadis dan seorang pemuda yang tengah tersenyum manis didalam bingkai foto itu, terasa hangat dan penuh kebahagiaan.





Sheryl mengangkat tangannya, ia belai wajah sang pemuda dalam bingkai foto itu. "Andai, Aku bisa milih. Aku pasti pilih kamu. Rega"





Yaps, pemuda dalam bingkai foto itu adalah Rega, dan gadis itu adalah Sheryl sendiri.

Perlahan tapi pasti, butiran bening berhasil keluar dari sudut mata Sheryl, ia menangis.



"Aku gak mau pisah sama kamu. Aku benci dia" Ucap Sheryl mendekap bingkai foto itu dalam pelukannya. "Aku benci perjodohan ini, aku benci pria itu" Teriaknya tak karuan dengan berderai air mata.







- - - - -







Mentari telah terbangun dari tidur panjangnya. Waktu aktivitas rutinpun telah siap menunggu seorang pemuda yang masih terlelap dalam dunia mimpinya. Sinar mentari masuk ke celah-celah jendela, pemuda itu mengucek-ucek matanya yang terusik dengan sinar mentari yang menyilaukan.





Drrtt.. Drrttt.. Drtt.





Getar handphone dibawah bantal. Pemuda itu segera mengambil Handphone itu dengan mata yang sedikit mengatup.

Matanya seketika membulat kaget, ia terkesiap bangun dari tidurnya saat sebuah sms itu ia baca.



"Shitth! Kesiangan!" Ujarnya bangkit dan ngacir kedalam kamar mandi.

Beberapa menit kemudian, pemuda itu telah rapih dengan seragam sekolah. Ia bergegas mengambil tas diatas kasur dan lenyap dibalik pintu.





Pemuda itu telah sampai dipekarangan rumah dengan kunci digenggamanya. Sebuah motor Ninja Putih telah terparkir dengan gagah, iapun segera menaiki motor miliknya.





"REGAAAA!"Teriak seorang gadis menghampiri pemuda itu dengan lincahnya. "Aku ikut denganmu yah? Boleh kan boleh" Ujar gadis ceria.



Pemuda atau Rega tepatnya hanya dapat menghela nafas . "Maaf Stelle, aku sudah ada janji akan berangkat bersama, dengan pacarku" Sesalnya.



Raut wajah gadis yang dipanggil stelle atau tepatnya Arstelle yang awalnya ceria, kini terlihat sebal dengan penuturan Rega yang sudah berlalu dari hadapannya.

"Apa lebihnya sih gadis brengsek itu dariku. Sampai kamu berani mengacuhkan aku" Umpat Arstelle kesal.

"Sebel, sebel, sebeeel" Arstelle menginjak-injak pijakan kakinya dengan kesal.





- - - - -





Sheryl berjalan menyusuri koridor sekolah, seperti biasa. Dengan sebuah Handphone yang dipegang dikedua tangannya, ia menatap layar handphonenya menunduk.





Sheryl tengah membaca reply dari seorang pemuda yang menjadi teman chatting twitternya. Ia mencurahkan isi hatinya yang saat ini kesal pasal perjodohan itu kepada seorang pemuda tepatnya sang kakak, Aldo. Yang tengah menyelesaikan studynya di Sednay, Australia.





- - - - -





Pemuda disebrang negeri sana hanya dapat tersenyum geli membaca curahan hati sang adik bungsunya itu.

Dengan duduk menatap layar laptopnya, Aldo tetap saja tak mau menurunkan senyuman itu.

Seakan Ia mengetahui apa yang tengah terjadi di Indonesia, tepatnya keluarga besarnya.







"Sandiwara yang hebat"Ujar Aldo tertawa lepas.





- - - - -





Brukkk..

Adawww..





Sheryl menabrak seseorang didepannya, yang membuat si korban memegang keningnya yang terbentur kening Sheryl, dan Sherylpun melakukan hal yang sama.



"Bisa kali, kalau jalan itu liat kedepan, bukan kebawah!" Umpat pemuda itu.



"Ma.."Ucapan Sheryl terhenti saat melihat wajah si korban yang ternyata Rega. "Ikh, Rega.." Ujar Sheryl tersipu.



"Hahaha.. Aku senang melihatmu tersipu seperti itu. Bakpau!"Rega mencubit pipi cubby Sheryl.



"ikh.. Apaan sih, ngagetin tau. Gak lucu"Ujar Sheryl cemberut.



"Ya maaf sayang, abisnya kamu asik banget main handphonenya. Gak liat apa pacarnya udah ada didepan mata."



"Dikira belek.." Ujar Sheryl meninggalkan Rega yang masih mematung.



"Belek?" ulang Rega. "Masa aku dibilang belek sih, ganteng gini"Ujar Rega dengan PDnya lalu mengejar Sheryl.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: