"Gadis itu telah menyetujuinya, kau senang bukan?." Ujar Seno gembira menyampaikan berita ini kepada sahabatnya itu. Seulas senyum kembali terukir di bibir manisnya. Ia tersipu, ia tak menyangka gadisnya akan menyetujui permintaan yang ia ajukan.
"Aku sangat senang sekali, seno" Ujar Valent sumringah.
"Aku harap gadis itu bisa membuatmu lebih baik, merawatmu lebih baik, dan menjagamu lebih baik.."Tutur Seno "dari aku.." Lanjutnya.
Valent mengangkat sebelah alisnya heran. Ada apa dengan sahabatnya ini? Mengapa ia murung. Bukankah ia seharusnya senang.
"Ada apa Seno? Kau tidak suka dengan gadisku? Perlu kau tau dia sangat baik. Jangan khawatir"Ujar Valent menenangkan sang sahabat.
"Tidak! Tentu saja aku senang, dapat melihatmu bahagia dengannya.. Hanya sajaa.."Ucapnya menggantung
"Kenapa? Apa yang ingin kau sampaikan?" Valent mendelikkan sebelah matanya, menyelidik.
"Dia akan menggantikanku" Sendu Seno menunduk.
"Hah? hahaha.. Seno, kau sangat lucu..hahaha" tawa geli Valent.
"Apa yang lucu? Aku benar-benar sedih, Valent" Ujar Seno Cemberut, dapat kalian bayangkan wajah seno yang imut itu cemberut. Sangat lucu.
"Haha.. Seno, kau dengar! Kamu adalah sahabat terbaikku, aku telah menganggapmu saudaraku sendiri. Dan itu takkan pernah berubah, apalagi tergantikan. Kau aneh!" Jelas Valent yang masih menertawakan sikap kekanak-kanakan sahabatnya itu.
***
Suasana siang ini sangat mendukung. Cerah dan sejuk, dibawah pohon rindang disebuah taman sekolah yang ditempati 2 insan manusia yang tengah duduk direrumputan hijau, Sheryl dan Rega.
Sheryl merebahkan kepalanya bersandar didada Rega yang terhalang seragam sekolah. Rega hanya memeluk tubuh sang kekasih dari belakang. Damai rasanya.
" Sheryl P.O.V "
Ingin rasanya aku menghentikan waktu saat ini, menghapuskan masa lalu yang ingin ku ulang hanya bersamanya. Andai saja aku dapat menolak keputusan itu, pasti akan aku tolak.
Hanya dengannya aku merasa damai, tenang dan nyaman. Rega, andai kamu orang yang dijodohkan untukku, aku akan senang menerimanya. Karena aku sangat mencintaimu.
"Hey, kau tertidur? Apa senyaman itukah pelukanku?" Ujar Rega melihatku yang masih mengatupkan mata, merasakan kedamaian dalam pelukannya.
"Iya, sangat nyaman" Jawabku mengangguk.
"Benarkah?"Ucap Rega membelai rambutku dan mempererat pelukannya.
"Tentu" Jawabku memperdalam pelukannya.
Aku ingin terus dapat menghirup aroma tubuh ini. Mengingatnya dan selalu mengingatnya. Tak akan aku lupakan.
Author P.O.V
Sepasang mata tengah memperhatikan mereka, raut kesal berhasil terukir di wajah manisnya.
"Aku akan membuatmu sengsara Sheryl.. Ingat itu!" Ujar gadis dengan rambut sebahu yang membuatnya terlihat manis dengan mata bulatnya.
***
Seorang Wanita paruh baya yang masih terlihat muda itu menaiki satu persatu anak tangga. Ia berdiri didepan pintu tempat tujuannya, ia mengetuk pintu itu.
"Sheryl, ayo kebawah. Kita makan malam bersama"Ujar wanita itu, ibunda Sheryl. Bunda Mayang.
"Iya Bun, bentar"Sahut Sheryl dari dalam kamarnya yang sedang memainkan Laptop, ia tengah OnLine On Twitter. Sherylpun mengetik sebuah tweet.
@SheryllaXende :
`Dilema! Satu kata sederhana yang sukses membuatku bingung. Huft~`
Ia segera Log Out dan menutup laptopnya, menghampiri pintu dan lenyap dibaliknya.
Sheryl menuruni anak tangga. Ia hampiri sang ayah dan sang bunda dan duduk di sebuah kursi meja makan didekat sang bunda.
"Maaf, aku membuat ayah dan bundaku kelaparan menungguku, hehe" Ujar Sheryl terkekeh
"Tidak kok sayang.. Sudahlah mari makan"Ujar Pak Hendra membalikkan piringnya yang menangkup.
Beberapa menit kemudian acara makan malam telah berakhir. Tetapi, Keluarga itu masih enggan beranjak dari duduknya, mereka masih saja bergurau dan tawapun sesekali menggelegar karna ulah sang anak yang sangat lucu.
"O iya, sayang. Besok kita dinner diluar" Ucap pak hendra
Sheryl mengerutkan keningnya.
"Ada acara pentingkah ayah?" tanya sang putri.
"Ya, sangat penting.." Ujar Pak Hendra membelai rambut putri kasayangannya itu.
"Ya, kita akan makan malam bersama dengan keluarga calon suamimu nanti"Ujar Bu Mayang menjelaskan.
Glek! Mata Sheryl membulat kaget ia menelan ludahnya yang terasa pahit. Ia akan bertemu dengan calon suaminya kelak, apa ia kuat melihat lelaki yang telah membuatnya bingung dan yang akan membuatnya menjauh dari kekasihnya it t.
"Apa secepat itu ayah?"Ujar Sheryl dengan wajah Lesu memelas.
"Apa yang cepat sayang?" Tanya sang ayah bingung.
"Aku masih SMA , apa aku harus menikah muda"Tutur sang putri dengan polosnya.
"Ini hanya makan malam perkenalan sayang" Bu Mayang Menenangkan
